Pentingnya Fans Untuk Kreator

Fans penting untuk makanan seperti sate atau masakan lain yang dibakar, apalagi buat kreator. Eheehehe. Hehehehehehheh.

Salah satu hal yang kami cek dalam proses kurasi kami dalam memilih kreator yang dapat masuk dan berkarya di KaryaKarsa, adalah status akun medsosnya. Mau tidak mau, kehadiran dan interaksi dalam medsos menurut kami adalah salah satu tolak ukur penting dalam membangun karir seorang kreator. Dan iya, salah satu pertimbangannya adalah jumlah followers.

Sebenarnya yang penting bukan jumlah followersnya – saya yakin banyak Kawan Karya di sini yang jumlah followernya belum sampai belasan ribu sekalipun. Tapi follower-follower Anda adalah orang-orang yang paling potensial menjadi fans Anda, baik itu cuma 10 orang maupun 100 ribu orang.

Tunggu, bedanya apa sih followers dengan fans?

Kalau followers itu sebenarnya angka akun medsos lain yang mengikuti akun Anda; tidak lebih, tidak kurang. Kalau fans itu orang yang memang menyukai karya Anda, yang sebenarnya memiliki berbagai tingkatan lagi, tergantung seberapa suka mereka terhadap karya-karya Anda. Makanya kami bilang, yang penting untuk kreator itu fans, bukan followers.

Gimana caranya bedain followers dan fans?

Kemungkinan besar mereka akan berinteraksi dengan akun medsos Anda. Like, komen, apapun itu, dalam bentuk yang positif. Ya, haters juga akan berinteraksi dengan akun medsos Anda, tapi rasanya kecil kemungkinan bahwa suatu saat mereka akan membeli sesuatu dari Anda. Jadi fokuslah pada mereka yang memang berinteraksi secara positif.

Mulai bikin database fans

Apapun karya Anda, coba mulai membangun sebuah database dari fans Anda. Kumpulkan nama, email, dan detail lain yang mungkin relevan (dan mereka rela beri, ya). Lakukan sebuah kegiatan yang membuat mereka mau untuk memberikan data. Contohnya, kalau di KaryaKarsa, semua pendukung pasti akan memberikan data nama dan email, kan 🙂

Bandingkan follower social media dengan database email fans

Coba cek lagi list follower Anda di medsos yang paling aktif, dan bandingkan dengan database email fans. Berapa persen follower yang kamu miliki datanya? Apakah memang mereka yang sering berinteraksi dengan Anda? Apakah mereka sudah pernah membeli sesuatu dari Anda, atau berkontribusi dengan cara lain? Perhatikan baik-baik nama-nama mereka, terutama yang aktif. Suatu saat, mereka akan jadi “sahabat” Anda.

Menggunakan tools untuk menghimpun data fans dan berkomunikasi dengan mereka

Kalau Anda merasa sudah saatnya mengumpulkan data yang lebih komprehensif, Anda dapat menggunakan tools seperti Google Forms atau Typeform (atau, dapat menggunakan fitur ekspor data di KaryaKarsa). Kemudian, mulai secara reguler berkomunikasi via email menggunakan Mailchimp atau Mailtarget. Ingat – tidak mungkin mereka akan langsung berinteraksi hanya dengan satu email; Anda harus membangun reputasi Anda, sama saja dengan membangun followers di medsos.

Komunikasi dua arah

Jangan sampai komunikasi Anda dengan fans – baik itu yang followers di medsos, atau yang dalam database email Anda – hanya satu arah saja. Tanggapi komen, balas email, dan cari tahu lebih banyak soal mereka. Dengarkan masukan, atau protes mereka. Cari tahu apa yang mereka suka (misalnya, dengan fitur polling di medsos), atau berkaryalah menanggapi hal-hal yang penting buat mereka.

Kami dari KaryaKarsa bukan yang paling pandai soal fans dan followers, tapi setidaknya pola-pola ini yang kami lihat paling umum digunakan oleh kami sendiri dan rekan-rekan kreator yang kami kenal. Tetap saja, awal mulanya di karya Anda, dan karena itu, kasusnya pasti akan sedikit berbeda untuk tiap kreator. Nah dengan KaryaKarsa, Anda dapat lebih mudah bereksperimen (jie promo lagi, ed).

Selamat berkarya!

Kalau ada masukan, tips, sanggahan soal topik fans dan followers ini; atau mau jadi penulis tamu untuk jurnal kami, email saja ke ario[et]karyakarsa[dot]com ya. Lebih oke lagi kalau kirim voucher martabak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *